Sabtu, 25 Maret 2017
Kamis, 17 November 2016
CLOUD COMPUTING
Nama :
Oktaviani Anjasari
NPM :
56413767
Kelas :
4IA24
CLOUD
COMPUTING
Pengertian
Komputasi awan (Cloud Computing)
Komputasi awan (Cloud
Computing) adalah di mana informasi secara permanen tersimpan di server di
internet dan tersimpan secara sementara di komputer pengguna atau client
seperti desktop, komputer tablet, notebook, komputer tembok, handheld,
sensor-sensor, monitor dan lain-lain.
Cloud Computing
(Komputasi awan) adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan
pengembangan berbasis Internet (awan). Awan (cloud) adalah metefora dari
internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan
komputer.
Komputasi awan (Cloud
Computing) adalah suatu konsep umum tren teknologi terbaru lain yang dikenal
luas mencakup SaaS, Web 2.0 dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap
Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google
Apps menyediakan aplikasi bisnis umum secara daring yang diakses melalui suatu
penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server.
Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam
Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang
disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait
teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat
Internet (di dalam awan) tanpa
mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali
terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.
Sejarah
Cloud Computing
Konsep awal Cloud
Computing muncul pertama kali pada tahun 1960 oleh John McCarthy yang berkata
“komputasi suatu hari nanti akan menjadi sebuah utilitas umum” ide dari cloud
computing sendiri bermula dari kebutuhan untuk membagikan data untuk semua
orang di seluruh dunia. Mohamed J.C.R Licklider, pencetus ide ini, menginginkan
semua orang untuk dapat mengakses apa saja di mana saja. Dengan munculnya grid
computing, cloud computing melalui internet menjadi realitas.
Cloud computing adalah
sebuah mekanisme dimana kemampuan teknologi informasi disediakan bukan sebagai
produk, melainkan sebagai layanan berbasis internet yang memungkinkan kita
“meenyewa” sumber daya teknologi informasi (software, processing power,
storage, dan lainnya) melalui internet dan memanfaatkan sesuai kebutuhan kita
dan membayar yang digunakan oleh kita saja.
Cloud computing merupakan
evolusi dari vrtualization,service oriented architecture, autonomic dan utily
computing. Cara kerja dari cloud computing bersifat transparan, sehingga end-user
tidak perlu pengetahuan, control akan, teknologi insfratuktur dari cloud
computing untuk dapat menggunakannya dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka
.merka hanya perlu tahu bagaimana cara mengaksesnya.
Cloud computing adalah
hasil dari evolusi bertahap di mana sebelumnya terjadi fenomena grid computing,
virtualisasi, application service provision (ASP) dan Software as a Service
(SaaS). Konsep penyatuan computing resources melalui jaringan global sendiri
dimulai pada tahun ‘60-an. Saat itu muncul “Intergalactic computer network”
oleh J.C.R. Licklider, yang bertanggung jawab atas pembangunan ARPANET
(Advanced Research Projects Agency Network) di tahun 1969. Beliau memiliki
sebuah cita-cita di mana setiap manusia di dunia ini dapat terhubung dan bisa
mengakses program dan data dari situs manapun, di manapun. Menurut Margaret
Lewis, Direktur Marketing Produk AMD. “Cita-cita itu terdengar mirip dengan apa
yang kini kita disebut dengan cloud computing”. Para pakar komputasi lainnya
juga memberikan penambahan terhadap konsep ini, di antaranya John McCarthy yang
menawarkan ide mengenai jaringan komputasi yang akan menjadi infrastruktur
publik, sama seperti the service bureaus yang sudah ada sejak tahun ‘60-an.
Semenjak tahun ‘60-an,
cloud computing telah berkembang berdampingan dengan perkembangan Internet dan
Web. Namun karena terjadi perubahan teknologi bandwidth yang cukup besar pada
tahun 1990-an, maka Internet lebih dulu berkembang dibanding cloud computing.
Dan kini teryata terlihat bahwa pendorong utama cloud computing adalah karena
adanya revolusi Internet. Salah satu batu loncatan yang cukup drastis adalah
dengan adanya Salesforce.com di tahun 1999, yang merupakan pencetus pertama
aplikasi perusahaan dijalankan melalui Internet. Perkembangan berikutnya adalah
adanya Amazon Web Services di tahun 2006, di mana dengan teknologi Elastic
Compute Cloud (EC2), terdapat situs layanan web yang di komersialkan yang
memungkinkan perusahaan kecil dan individu untuk menyewa komputer atau server,
agar dapat menjalankan aplikasi komputer mereka.
Batu lompatan besar
lainnya datang di tahun 2009 dengan Web 2.0 mencapai puncaknya. Google dan
lainnya memulai untuk menawarkan aplikasi browser-based untuk perusahaan besar,
seperti Google Apps. “Kontribusi yang paling penting dari komputasi cloud
adalah munculnya “killer apps” dari penguasa teknologi seperti Microsoft dan
Google. Ketika perusahaan tersebut mengirimkan layanan dalam bentuk yang mudah
untuk di konsumsi, efek penerimaannya menjadi sangat luas”, menurut Dan
Germain, Chief Technology IT provider Cobweb Solution. “Faktor utama lainnya
yang mempengaruhi berkembangnya komputasi cloud antara lain matangnya teknologi
visual, perkembangan universal banwidth berkecepatan tinggi, dan perangkat
lunak universal”, menurut Jamie Turner sang pelopor komputasi cloud. Turner
menambahkan, “cloud computing sudah menyebar luas hingga kepada para pengguna
Google Doc. Kita hanya dapat membayangkan betapa besarnya ruang lingkup yang
sudah di capai. Apa saja dapat di lakukan dan dikirimkan melalui cloud”.
Jenis – Jenis Layanan pada Cloud
Computing
1. Software as a Service (SaaS)
2. Platform as a Service (PaaS)
3. Infrastructure as a Service (IaaS)
Dibawah ini kita bahas,
masing-masing jenis layanan diatas:
·
Software as a Service (SaaS) adalah
layanan dari Cloud Computing dimana kita tinggal memakai software(perangkat
lunak) yang telah disediakan. Kita cukup tahu bahwa perangkat lunak bisa
berjalan dan bisa digunakan dengan baik. Contoh: layanan email publik (Gmail,
YahooMail, Hotmail, dsb), social network(Facebook, Twitter, dsb) instant
messaging (YahooMessenger, Skype, GTalk, dsb) dan masih banyak lagi yang
lain. Dalam perkembangan-nya, banyak
perangkat lunak yang dulu hanya kita bisa nikmati dengan menginstall aplikasi
tersebut di komputer kita (on-premise) mulai bisa kita nikmati lewat Cloud
Computing.Keuntungan-nya, kita tidak perlu membeli lisensi dan tinggal
terkoneksi ke internet untuk memakai-nya. Contoh: Microsoft Office yang
sekarang kita bisa nikmati lewat Office 365, Adobe Suite yang bisa kita nikmati
lewat Adobe Creative Cloud, dsb.
·
Platform as a Service (PaaS) adalah
layanan dari Cloud Computing dimana kita menyewa “rumah” berikut lingkungan-nya
(sistem operasi, network, databbase engine, framework aplikasi, dll), untuk
menjalankan aplikasi yang kita buat. Kita tidak perlu pusing untuk menyiapkan
“rumah” dan memelihara “rumah” tersebut. Yang penting aplikasi yang kita buat
bisa berjalan dengan baik di “rumah” tersebut. Untuk pemeliharaan “rumah” ini
menjadi tanggung jawab dari penyedia layanan. Sebagai analogi, misal-nya kita
sewa kamar hotel, kita tinggal tidur di kamar yang sudah kita sewa, tanpa
peduli bagaimana “perawatan” dari kamar dan lingkungan-nya. Yang penting, kita
bisa nyaman tinggal di kamar itu, jika suatu saat kita dibuat tidak nyaman,
tinggal cabut dan pindah ke hotel lain yang lebih bagus layanan-nya. Contoh
penyedia layanan PaaS ini adalah: Amazon Web Service, Windows Azure, bahkan tradisional hosting-pun merupakan
contoh dari PaaS. Keuntungan dari PaaS adalah kita sebagai pengembang bisa
fokus pada aplikasi yang kita buat, tidak perlu memikirkan operasional dari
“rumah” untuk aplikasi yang kita buat.
·
Infrastructure as a Service (IaaS) adalah
layanan dari Cloud Computing dimana kita bisa “menyewa” infrastruktur IT
(komputasi, storage, memory, network dsb). Kita bisa definisikan berapa
besar-nya unit komputasi (CPU), penyimpanan data (storage) , memory (RAM),
bandwith, dan konfigurasi lain-nya yang akan kita sewa. Mudah-nya, IaaS ini
adalah menyewa komputer virtual yang masih kosong, dimana setelah komputer ini
disewa kita bisa menggunakan-nya terserah dari kebutuhan kita. Kita bisa
install sistem operasi dan aplikasi apapun diatas-nya. Contoh penyedia layanan
IaaS ini adalah: Amazon EC2, Windows Azure (soon), TelkomCloud, BizNetCloud,
dsb. Keuntungan dari IaaS ini adalah kita tidak perlu membeli komputer fisik,
dan konfigurasi komputer virtual tersebut bisa kita rubah (scale up/scale down)
dengan mudah. Sebagai contoh, saat komputer virtual tersebut sudah kelebihan
beban, kita bisa tambahkan CPU, RAM, Storage dsb dengan segera.
Arsitektur
Cloud Computing
Ketika berbicara tentang sistem cloud
computing, akan memudahkan jika kita membaginya menjadi dua bagian: front end
dan back end. Mereka terhubung satu sama lain melalui jaringan, biasanya
Internet. Front end adalah sisi pengguna komputer, atau klien. Back end adalah
“awan” dari sistem.
Front end termasuk komputer klien (atau
jaringan komputer) dan aplikasi, diperlukan untuk mengakses sistem cloud
computing. Tidak semua sistem cloud computing memiliki antarmuka pengguna yang
sama. Layanan seperti e-mail berbasis Web memanfaatkan browser Web yang ada
seperti Internet Explorer atau Firefox. Pada sistem lain ada yang memiliki
aplikasi unik yang menyediakan akses jaringan untuk klien.
Di back end sistem adalah berbagai komputer,
server, dan sistem penyimpanan data yang menciptakan “awan” layanan komputasi.
Secara teori, sebuah sistem cloud computing dapat mencakup hampir semua program
komputer yang dapat Anda bayangkan, dari pengolahan data sampai video game.
Biasanya, setiap aplikasi akan memiliki dedicated server sendiri.
Sebuah server pusat mengelola sistem,
pemantauan lalu lintas dan permintaan
klien untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Ini mengikuti serangkaian
aturan yang disebut protokol dan menggunakan software khusus yang disebut
middleware. Middleware memungkinkan jaringan komputer untuk berkomunikasi satu
sama lain. Sering kali, server tidak berjalan pada kapasitas penuh. Itu berarti
ada daya pemrosesan yang tidak terpakai akan sia-sia. Oleh karena itu, memungkinkan
untuk memanipulasi sebuah server fisik dengan berpikir bahwa itu sebenarnya
terdiri dari beberapa server, masing-masing berjalan dengan sistem operasi yang
mandiri. Teknik ini disebut virtualisasi server. Dengan memaksimalkan output
dari setiap server, virtualisasi server dapat mengurangi kebutuhan server
secara fisik.
Jika sebuah perusahaan cloud computing
memiliki banyak klien, ada kemungkinan permintaan ruang penyimpanan akan
menjadi tinggi. Beberapa perusahaan memerlukan ratusan perangkat penyimpanan
digital. Sistem cloud computing membutuhkan setidaknya dua kali jumlah
perangkat penyimpanan yang diperlukan untuk menyimpan semua data klien yang
tersimpan. Itu karena perangkat ini, seperti semua komputer, kadang-kadang
rusak. Sebuah sistem cloud computing harus membuat salinan semua data klien dan
menyimpannya pada perangkat lain. Membuat salinan data sebagai cadangan disebut
redundancy.
Aplikasi
Cloud Computing
Penerapan cloud computing secara praktis
adalah tak terbatas. Dengan middleware yang tepat, sistem cloud computing bisa
mengeksekusi semua program seperti sebuah normal komputer bekerja. Secara
potensial, segala sesuatu mulai dari perangkat lunak pengolah kata yang umum
untuk program komputer yang dirancang khusus untuk sebuah perusahaan tertentu
bisa bekerja pada sistem cloud computing.
Mengapa orang-orang ingin mengandalkan
sistem dari komputer lain untuk menjalankan program dan menyimpan data? Berikut
adalah beberapa alasannya:
· Klien
akan dapat mengakses aplikasi dan data dari mana saja setiap saat. Mereka bisa
mengakses sistem cloud computing menggunakan komputer yang terhubung ke
Internet. Data tidak terbatas pada hard drive di komputer satu pengguna saja
atau di jaringan internal suatu perusahaan.
· Ini
bisa membuat biaya hardware turun. Sistem cloud computing akan mengurangi
kebutuhan akan hardware canggih pada sisi klien. Anda tidak perlu membeli
komputer tercepat dengan memori besar, karena sistem “cloud” akan mengurus
kebutuhan tersebut bagi Anda. Sebaliknya, Anda bisa membeli sebuah terminal
komputer murah. Terminal ini bisa
mencakup monitor, perangkat input seperti keyboard dan mouse, dan cukup
kekuatan prosesor untuk menjalankan middleware yang diperlukan untuk terhubung
ke sistem “cloud”. Anda tidak akan membutuhkan hard drive dengan kapasitas
besar karena Anda akan menyimpan semua informasi Anda pada komputer remote.
· Perusahaan
yang mengandalkan komputer harus memastikan bahwa mereka memiliki software yang
tepat untuk diterapkan guna mencapai tujuan. Sistem cloud computing memberikan
organisasi-organisasi tersebut akses seluruh perusahaan ke aplikasi komputer.
Perusahaan tidak perlu membeli satu set perangkat lunak atau lisensi perangkat
lunak untuk setiap karyawan. Sebaliknya, perusahaan bisa membayar biaya meteran
ke perusahaan cloud computing.
· Server
dan perangkat penyimpanan data digital memakan tempat. Beberapa perusahaan
menyewa ruang fisik untuk menyimpan server dan database karena mereka tidak
memiliki ruangan tersebut di kantor mereka. Cloud computing memberikan perusahaan-perusahaan
pilihan untuk menyimpan data pada hardware orang lain, menghilangkan kebutuhan
untuk ruang fisik di front end.
· Perusahaan
bisa menghemat uang untuk kebutuhan IT. Efisiensi hardware akan terjadi, secara
teori, akan memiliki masalah lebih sedikit daripada jaringan mesin yang
heterogen dan sistem operasi.
· Jika
back end sistem cloud computing adalah sistem komputasi grid, maka klien bisa
mengambil keuntungan dari kekuatan pemrosesan seluruh jaringan. Seringkali,
para ilmuwan dan peneliti bekerja dengan perhitungan kompleks sehingga butuh
waktu tahunan untuk masing-masing komputer untuk menyelesaikan hal tersebut.
Pada sistem komputasi grid, klien bisa mengirim perhitungan ke “awan” untuk
diproses. Sistem “cloud” akan memanfaatkan kekuatan pengolahan semua komputer
yang tersedia di back end, sehingga secara signifikan mempercepat perhitungan.
Kekhawatiran
Cloud Computing
Mungkin kekhawatiran terbesar tentang
cloud computing adalah keamanan dan privasi. Ide menyerahkan data penting ke
perusahaan lain mengkhawatirkan untuk beberapa orang. Eksekutif perusahaan
mungkin ragu untuk mengambil keuntungan dari sistem cloud computing karena
mereka tidak dapat menyimpan informasi perusahaan mereka di tempat terkunci.
Argumen kontra untuk posisi ini adalah
bahwa perusahaan yang menawarkan layanan cloud computing, hidup dan matinya
adalah berdasarkan reputasi mereka. Ini menguntungkan perusahaan-perusahaan
untuk memiliki langkah-langkah keamanan yang handal pada tempatnya. Jika tidak,
layanan tersebut akan kehilangan semua klien. Hal itu dalam kepentingan mereka
untuk menggunakan teknik yang paling canggih untuk melindungi data klien
mereka.
Privasi adalah hal lain. Jika klien dapat
login dari lokasi manapun untuk mengakses data dan aplikasi, mungkin privasi klien
bisa dikompromikan. Perusahaan cloud computing harus mencari cara untuk
melindungi privasi klien mereka. Salah satu cara adalah dengan menggunakan
teknik otentikasi seperti nama pengguna dan password. Lain adalah dengan
menggunakan format otorisasi – setiap pengguna hanya dapat mengakses data dan
aplikasi yang relevan dengannya atau pekerjaannya.
https://pranoto0512.wordpress.com/rted/pengertian-komputasi-awan-cloud-computing/http://www.cloudindonesia.or.id/apa-itu-cloud-computing.html
Selasa, 15 November 2016
KONFIGURASI INSTALASI DHCP SERVER PADA LINUX MINT
KONFIGURASI INSTALASI DHCP SERVER PADA LINUX MINT
DHCP (Dynamic
Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP
kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut
sebagai DHCP server,
sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client.
1.
Melakukan instalasi dhcp pada terminal .
2.
Pertama masuk pada sudo su dan isikan
passwordnya. Kemudian masuk configurasi server dengan perintah dibawah ini.
3.
Saat buka configurasi ketik ip yang sudah
ditentukan pada a slightly dan hilangkan tanda pagar # seperti dibawah ini.
4.
Kemudian setelah masuk di interfaces di ketik
atau ubah eth0.
5.
Eth0 dibawah ini sebagai client agar dapat
mendapatkan ip secara otomatis dengan /etc/network/interfaces.
6.
Kemudian masuk ke /etc/network/interfaces untuk
melakukan konfogurasi ip pada eth0 secara otomatis dan eth 1 sebagai server.
7.
Kemudian melakukan restart dhcp server
8.
Setelah sudah melakukan restart di if config
untuk menyatakan apak ip eth0 telah berubah.
Nama =
Oktaviani Anjasari
NPM =
56413767
Kelas =
4IA24
Rabu, 26 Oktober 2016
Search Engine Optimization
Nama : Oktaviani Anjasari
NPM :56413767
Kelas :4IA24
Sekilas Sejarah SEO
Menurut Danny Sullivan,
istilah search engine optimization pertama kali digunakan pada 26 Juli tahun
1997 oleh sebuah pesan spam yang diposting di Usenet. Pada masa itu algoritma
mesin pencari belum terlalu kompleks sehingga mudah dimanipulasi.
Versi awal algoritma pencarian didasarkan sepenuhnya pada
informasi yang disediakan oleh webmaster melalui meta tag pada kode html situs
web mereka. Meta tag menyediakan informasi tentang konten yang terkandung pada
suatu halaman web dengan serangkaian kata kunci (keyword).
Sebagian webmaster melakukan manipulasi dengan cara
menuliskan kata kunci yang tidak sesuai dengan konten situs yang sesungguhnya,
sehingga mesin pencari salah menempatkan dan memeringkat situs tersebut. Hal
ini menyebabkan hasil pencarian menjadi tidak akurat dan menimbulkan kerugian
baik bagi mesin pencari maupun bagi pengguna internet yang mengharapkan
informasi yang relevan dan berkualitas.
Jadi, Apa itu SEO?
Apa itu SEO? Salah satu
jenis bisnis yang sedang banyak diminati oleh banyak pengusaha adalah bisnis
online. Bisnis ini popular dan banyak dipilih karena sifatnya yang sangat
fleksibel,simple, dan tidak membutuhkan modal yang besar. Karena tidak membutuhkan
syarat yang kompleks seperti bisnis pada umumnya, maka bisnis online ini
menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin memiliki usaha namun belum punya
pengalaman atau mereka yang memiliki modal minim. Salah satu modal utama dari
sebuah bisnis online adalah kepemilikan website yang berfungsi sebagai toko
online. Walaupun terlihat mudah dan simpel, namun anda tetap harus menguasai
satu teknik pemasaran penting dalam bisnis online yaitu SEO. Lalu pengertian
SEO? Berikut ini adalah penjelasannya.
Apa yang dimaksud dengan SEO? SEO adalah kepanjangan dari Search
Engine Optimization atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Optimasi Mesin
Pencari. Lalu apa kegunaan SEO ini bagi sebuah bisnis online? Dalam
bisnis, kepopuleran sebuah toko atau produk adalah sebuah hal yang penting.
Semakin banyak orang yang familiar dengan toko, perusahaan, atau produk anda,
maka akan semakin banyak orang yang tertarik untuk membelinya. Gampagnya, orang
hanya akan mempercayai sebuah produk atau sebuah perusahaan haya jika mereka
sudah mengenalnya dengan baik. SEO
ini adalah sebuah teknik yang bisa mempopulerkan website anda. Cara kerja SEO
ini adalah dengan menempatkan website anda di jajaran teratas daftar pencarian
di mesin pencari semacam Google, Yahoo Search, Bing, dan lain sebagainya. SEO
ini adalah sebuah teknik yang akan memaksimalkan sebuah kata kunci atau keyword
yang mengandung nama produk yang anda jual atau nama perusahaan anda. Kata
kunci ini kemudian akan ditempatkan di dalam artikel dalam website anda. Contoh
kata kunci yang bagus adalah “Jual Motor Bekas” jika website anda bergerak di
bidang jual beli motor bekas. Jika ada orang yang sedang mencari motor bekas
dan mengetikkan kata kunci tersebut di mesin pencari, maka orang tersebut akan
menemukan website anda di daftar pencaria teratas. Contoh lainnya adalah pada
blog jasa saya ini yang bergerak dalam jasa blog dan website dengan kata kunci
“jasa pembuatan
blog” sudah berada pada posisi urut 2 halaman pertama pada search
engine Google.co.id.
Setelah mengerti apa itu SEO, anda tentunya ingin mempelajari teknik SEO ini lebih jauh. Teknik SEO bisa dipelajari sendiri melalui artikel-artikel online atau blog seo. Anda bisa juga melihat kembali artikel- artikel saya seputar seo salah satu artikel terbaru saya tentang SEO adalah "Fitur SEO on page pada blogger" dan banyak artikel lainnya yang pernah saya tulis. Disamping dengan belajar sendiri, Anda juga bisa mengikutikursus SEO di lembaga-lembaga pelatihan bisnis online. Tapi bagi anda yang tidak mempunyai waktu dalam belajar atau menerapkan SEO ini, Anda bisa memanfaatkan Jasa SEO yang banyak bertebaran di dunia maya.
Setelah mengerti apa itu SEO, anda tentunya ingin mempelajari teknik SEO ini lebih jauh. Teknik SEO bisa dipelajari sendiri melalui artikel-artikel online atau blog seo. Anda bisa juga melihat kembali artikel- artikel saya seputar seo salah satu artikel terbaru saya tentang SEO adalah "Fitur SEO on page pada blogger" dan banyak artikel lainnya yang pernah saya tulis. Disamping dengan belajar sendiri, Anda juga bisa mengikutikursus SEO di lembaga-lembaga pelatihan bisnis online. Tapi bagi anda yang tidak mempunyai waktu dalam belajar atau menerapkan SEO ini, Anda bisa memanfaatkan Jasa SEO yang banyak bertebaran di dunia maya.
Demikain sedikit gambaran artikel tentang apa itu seo, artikel ini
saya tulis karena banyak klien-klien saya yang berencana membuat sebuah blog
dan toko online, namun tidak mengerti dan memahami terntang SEO. Semoga
bermanfaat.
“Optimisasi Mesin Pencari
atau Search Engine Optimization (SEO) adalah sebuah proses untuk mempengaruhi
tingkat keterlihatan (visibilitas) sebuah situs web atau sebuah halaman
web di hasil pencarian alami (sering disebut juga dengan pencarian tak-berbayar, pencarian non-iklan, atau pencarian organik) dari
sebuah mesin pencari.”
Istilah dengan kata-kata kita
sendiri, Optimisasi Mesin Pencari atau Search Engine Optimization/SEO adalah:
“melakukan proses berupa
aktifitas tertentu terhadap situs web atau halaman web Anda agar ketika para pengguna internet
mencari sesuatu yang berhubungan dengan isi dari situs web atau halaman web
kita itu, situs web atau halaman
Anda tersebut ditampilkan di halaman 1 daftar hasil pencarian
alami/tak-berbayar/non-iklan/organik”.
Ilustrasi Mengenai Apa Itu SEO
Misalnya Anda memiliki situs web
travel umroh dan tour muslim yang beralamat di www.denahajiumroh.com. Di
situs tersebut ada paket-paket haji, umroh, dan tour muslim untuk tahun 2015
yang Anda pasarkan. Maka dengan melakukan SEO atau optimisasi mesin pencari
yang baik dan benar, ketika ada yang mencari umroh untuk tahun 2015 atau paket
tour muslim yang tersedia di tahun 2015 (dengan bantuan mesin pencari web misalnya
di Google), situs web Anda akan berada di halaman pertama daftar hasil
pencarian mesin pencari. Semakin baik peringkat di halaman pertama itu, semakin
baik.
Setelah situs
Anda tersebut sukses di-SEO-kan, berikut inilah tampilan layar
ketika pengguna internet mengetikkanumroh 2015 di mesin pencari Google.
Dan berikut
ini tampilan layar (hasil halaman hasil pencarian mesin pencari atau Search
Engine Result Page/SERP) ketika pengguna internet mengetikkan tour muslim 2015 di mesin
pencari Google.
Begitulah ilustrasi aktifitas SEO
yang tepat sasaran. Situs Anda akan mudah ditemukan oleh calon konsumen
produk-produk, jasa-jasa, informasi perusahaan Anda, organisasi Anda, atau
apapun yang akan Anda tawarkan kepada para audience / pengguna internet yang membutuhkannya
(target pasar Anda).
Catatan:
1.
umroh 2015 dan tour muslim 2015 yang
diketikkan oleh pengguna internet di mesin pencari sebagaimana ilustrasi di
atas disebut dengan “kata kunci” atau “keyword (disingkat KW)“.
2.
Ingat istilah penting bersinonim berikut ini:
o
Hasil pencarian SEO = hasil pencarian alami = hasil pencarian
tak-berbayar = hasil pencarian non-iklan = hasil pencarian organik
o Hasil
pencarian non-SEO = hasil pencarian tidak alami = hasil pencarian berbayar =
hasil pencarian iklan = hasil pencarian non-organik
3.
Jadi SEO selalu alami/organik, tak berbayar, non-iklan.
4.
Dan non-SEO selalu… (mohon Anda coba jawab)
Tujuan Utama SEO
Sedangkan tujuan SEO yang utama, yang kita bisa lihat dan tangkap dari definisi apa itu
SEO di Wikipedia bahasa Indonesia, adalah terkait dengan trafik, yaitu berfokus untuk meningkatkan trafik.
Dan ini adalah efek netto atau tujuan yang akan tercapai manakala tujuan dasar
SEO (meningkatkan ranking) sudah tercapai.
Tujuan SEO yang utama adalah
berikut ini:
1.
Meningkatkan Volume
Trafik Kunjungan Pengguna Internet
o Supaya
sebanyak-banyaknya pengunjung mendatangi situs kita dengan menjadi yang paling
banyak diklik (berada di area berwarna merah pada click heatmap yaitu di bagian
separuh halaman di atas/upper fold, lebih baik lagi menjadi nomor 1 – 3 di
SERP).
2.
Meningkatkan
Kualitas Trafik Kunjungan Calon Konsumen Produk atau Jasa Anda
o Sebanyak
mungkin pengunjung tersebut adalah pengunjung yang ditargetkan sesuai kata
kunci yang akan Anda pilih, sehingga lalu-lintas / trafik pengunjung /
kunjungan yang datang memang membutuhkan dan sedang mencari apa-apa yang Anda
tawarkan di situs Anda. Hal ini menciptakan trafik kunjungan yang berkualitas
ke situs Anda).
3.
Mempertahankan
Kedua Jenis Trafik di Atas Secara Berkesinambungan
Sebagaimana Anda dipahami, dengan
riset kata kunci yang benar dan proses SEO yang baik, peringkat pencarian yang
bagus tercapai, maka ketiga tujuan utama SEO di atas akan mudah segera dicapai.
Manfaat
SEO
1.
Konversi Umum
o
Meningkatnya
popularitas dan otoritas situs web Anda sehingga mudah dijangkau oleh calon
audience, pengguna informasi, atau konsumen produk/jasa yang Anda targetkan.
o Meningkatnya otoritas, brand, dan kepercayaan konsumen atau komunitas terhadap perusahaan, professional, atau
personal Anda, sehingga situs Anda menjadi acuan atau referensi di bidangnya
(dengan syarat situs Anda memiliki isi yang unik, bagus, dan berotoritas /
authorized contents).
2.
Konversi Utama
o
Akibat konversi umum di atas, maka terjadilah konversi mikro seperti kembalinya pengunjung ke situs
Anda, waktu kunjungan yang relatif lebih lama, dan interaksi lainnya yang
menyatakan penilaian positif pengunjung situs kepada situs web Anda.
o Akibat
konversi mikro di atas, maka tingkat pencapaian objektif utama situs web Anda
juga akan meningkat. Inilah yang disebut dengan konversi makro: misalnya
meningkatnya transaksi penjualan jika situs Anda berkategori situs komersial
misalnya toko online atau agen perjalanan wisata, meningkatnya jumlah
pengunjung harian jika situs Anda adalah situs berita, meningkatnya jumlah
pelanggan artikel terbaru jika situs Anda adalah situs produk informasi terkait
industri atau bidang tertentu, dan seterusnya.
Konversi dari
trafik pengunjung bisa diupayakan dengan formula konversi (conversion formula) diantaranya dengan menyediakan
komponen-komponen tertentu di situs web Anda seperti form pendaftaran online,
kalimat-kalimat yang mengajak untuk melakukan suatu aksi (call-to-action atau
CTA) atau tombol-tombol seperti “Beli Sekarang” atau “Daftar Sekarang” yang
terkait pemenuhan objektif situs Anda, dan sejenisnya. Bidang ilmu khusus yang
mempelajari bagaimana meningkatkan tingkat konversi adalah conversion rate
optimization (CRO).
Apa Saja yang Dilakukan Dalam Kegiatan
SEO?
Bila Anda membaca artikel saya
sebelumnya, yaitu “200 Faktor yang Mempengaruhi
Ranking Website di Google“, mungkin Anda akan muak atau
takut mengerjakan kampanye SEO untuk website Anda karena terlihat rumit. Tidak
harus seperti itu, mari kita buat lebih sederhana saja. Di dalam strategi
SEO, ada dua hal PENTING yang harus dikerjakan oleh seorang internet marketer,
yaitu: SEO On Page dan SEO Off Page. Yuk kita bahas lebih jauh.
1. Apa Itu SEO On Page
SEO
On Page adalah sebuah upaya optimasi website yang dilakukan dari sisi website
itu sendiri. Dengan kata lain, upaya optimasi yang dilakukan oleh seorang
pemilik website/ webmaster dengan mendesain website yang SEO Friendly. Beberapa
elemen penting yang terdapat dalam SEO On Page antara lain:
§
Riset keywords, baca artikel “Cara Riset Keywords Dengan
Google Keyword Planner” untuk menemukan kata kunci utama
dan kata kunci pendukung yang paling relevan dengan niche website yang akan
dibuat.
§ Membangun website
dengan struktur yang baik, tampilannya menarik, dan load-nya cepat
§ Menggunakan
Title Tag yang baik untuk homepage dan judul konten
§ Menambahkan
description yang relevan dengan website
§ Membangun
konten yang bermanfaat bagi audiens
§ Mengatur
URL (permalinks) yang SEO Friendly
§ Menggunakan
Heading dengan baik (H1, H2, H3, H4)
§ Mengatur
navigasi website sebaik mungkin
§ Membangun
internal links
§ Menambahkan
keywords pada penamaan gambar/ image
§ Dan
lain-lain
2. Apa Itu SEO Off Page
SEO
Off Page adalah upaya optimasi website yang dilakukan dari luar website yang
dibangun. Sebuah halaman website yang SEO On Page nya sudah bagus perlu
didukung dengan optimasi dari luar website itu sendiri. Optimasi off page
dilakukan dengan cara membangun links (backlinks) dari situs lain menuju
website yang dioptimasi. Beberapa jenis links yang biasa dibangun untuk
meningkatkan popularitas sebuah website di internet antara lain:
§ Links
dari media sosial (Twitter, Facebook, Google+, Youtube, dan lain-lain)
§ Links
dari web 2.0 properties (Blogspot, WordPress, Weebly, dan lain-lain)
§ Links
dari forum online (Kaskus, Bersosial, Forum Detik, Forum Kompas, dan lain-lain)
§ Links
dari situs social bookmark (Lintas.me, Diigo.com, Folkd.com, dan lain-lain)
§ Links
dari kegiatan blogwalking (berkomentar di blog orang lain)
§ Links
dari website yang menerima guest blogger
§ Dan
lain-lain
Kesimpulan
Jadi, optimasi SEO ini merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh blogger manapun yang ingin blognya menempati dan berada di posisi teratas dan mendapatkan banyak pengunjung dari mesin pencari. Optimasi SEO on page dan optimasi SEO off page ini juga merupakan sebuah optimasi yang harus dilakukan dan tidak boleh dipisahkan ibarat sebuah 'pasangan' yang saling melengkapi satu sama lain. Jika hanya salah satu saja optimasi SEO yang dilakukan entah optimasi SEO on page ataupun optimasi SEO off pagenya saja maka akan kurang optimal pula hasil yang akan didapatkan nantinya.
Jadi, optimasi SEO ini merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan oleh blogger manapun yang ingin blognya menempati dan berada di posisi teratas dan mendapatkan banyak pengunjung dari mesin pencari. Optimasi SEO on page dan optimasi SEO off page ini juga merupakan sebuah optimasi yang harus dilakukan dan tidak boleh dipisahkan ibarat sebuah 'pasangan' yang saling melengkapi satu sama lain. Jika hanya salah satu saja optimasi SEO yang dilakukan entah optimasi SEO on page ataupun optimasi SEO off pagenya saja maka akan kurang optimal pula hasil yang akan didapatkan nantinya.
Referensi:
https://www.maxmanroe.com/apa-itu-seo-apa-manfaat-search-engine-optimization-bagi-sebuah-bisnis.html
Langganan:
Postingan (Atom)

